So Good CERDIK Aplikasi Cerita Generasi Milenial

Thursday, November 30, 2017





Hai emak-emak kece se-Indonesia Raya…..

Emak cihuy kembali dengan cerita tentang aktivitas cihuy yang selain kekinian juga punya manfaat luar biasa untuk anak dan keluarga.  Duduk manis ya, sambil ngemil-ngemil cantik juga boleh kok.  Kalau haus, air minumnya ambil dari galon, udah pada bawa tumbler khan tadi? Maaf, demi turut menjaga bumi, saya gak menyediakan minuman kemasan plastik, biar gak banyak sampah. Oke, Mak?

Jadi gini, salah satu kebiasaan kami dirumah adalah bercerita. Apa saja.  Setiap menjemput Prema (7 tahun 9 bulan) pulang sekolah, sepanjang jalan dia akan ngoceh tentang kegiatannya di Sekolah. Belajar apa, main sama siapa, ada PR atau tidak dan semua-semuanya.  Malam hari saat Ayahnya pulang kantor, cerita ini akan diulang lagi dengan ditambahi update kegiatan siang – malam bersama Ibu. Selain cerita keseharian, satu lagi kebiasaan kami adalah mendongeng sebelum tidur, baik dengan buku (read aloud) atau tanpa buku (story telling).  Pun demikian jika kami bepergian, salah satu “bekal” perjalanan adalah buku cerita (dan lego kesayangan).   

Bagaimana dengan gadget? Kenapa gak berbekal gadget saja? Lebih praktis dan ringan, anak juga anteng main game kesukaannya.  Ou, kami tidak melarang Prema bermain gadget kok, tapi kami membatasi penggunaannya agar dia tidak ketergantungan.  Prema hanya boleh memegang gadget untuk bermain game saat akhir pekan, itupun waktunya dibatasi hanya 30 menit untuk sekali pakai.  Setelah 30 menit, dia wajib beralih ke aktivitas lain, main lego, main bareng teman, sepedaan, menggambar atau apa saja. Intinya kami gak mau dia terlalu banyak menghabiskan waktu dengan game di HP.

So Good CERDIK Cara Baru Membaca Cerita




Saya kemudian berkenalan dengan terobosan baru dari So Good yang menurut saya sangat kekinian tapi sekaligus melestarikan budaya membaca dan bercerita untuk anak.  Berbasis teknologi digital AR (Augmented Reality), So Good meluncurkan So Good CERDIK (Cerita Digital Interaktif) yaitu buku cerita digital yang dilengkapi gambar 3 dimensi, bisa bergerak-gerak, dengan lembaran yang bisa dibuka per halaman dan disertai pembaca cerita sebagaimana cara mendongeng dengan buku.




“Kasian Chiko, telur-telurnya pada pecah,”

“Lho jadi biawak itu bukan binatang berbahaya?”

“Ayo cepat larinya!’ 

Prema menonton cerita-cerita dari Storybook So Good CERDIK ini dengan heboh.  Tambah lagi dia mendapat kebebasan untuk memilih cerita, belajar scan kartu sendiri dan bebas membuka-buka halaman cerita dengan memencet tombol.
Menarik ya.  Ada 3 cerita yang bisa kita pilih, setiap cerita terdiri atas 2 bagian.  Saya sih berharap, kedepannya lebih banyak lagi cerita yang tersedia.  Prema menikmati sekali setiap cerita, sampai hafal tapi tetap saja tak bosan mengulangnya kembali.


Bagaimana sih cara menontonnya?


Aplikasi ini bisa didownload di google play yang kemudian berkolaborasi dengan kartu yang bisa didapatkan setiap pembelian produk So Good siap masak (Nugget, Stick, Seafood, Whole Muscle, Sausege, Bakso) kemasan 400 gram.  Didalamnya terdapat kartu berbingkai yang bisa discan agar ceritanya tampil di layar smartphone.  Cukup arahkan kamera dari aplikasi So Good CERDIK ke kartu So Good CERDIK.  Pilihan cerita di HP harus sama dengan kartu ya.  Dan yeaaaay….. cerita pilihan sudah bisa dinikmati.  Praktis banget.


Saya lega.  Sekarang punya alternatif aplikasi yang baik dan mendidik untuk Prema. Jadi tak melulu main game saat membuka HP.  Ou, satu lagi kelebihannya, aplikasi ini bisa dinikmati secara offline.  Jadi pengen nonton kapan saja dimana saja bisa deh, asalkan kartunya dibawa dan bisa discan.  

Meski begitu, bukan berarti lantas Prema dibebaskan main HP lho ya. Tapi setidaknya ada aplikasi yang aman untuknya saat memegang gadget.  Menikmati cerita-cerita ini sebaiknya tetap dilakukan bersama.  Sebisa mungkin saya tetap mendampingi Prema saat menonton, sekaligus memberi informasi tambahan terkait cerita atau menjawab aneka pertanyaan Prema yang memang kritis.  Bolak balik nonton, selalu saja ada hal yang ditanyakan oleh Prema.  Karenanya butuh pendampingan agar dia tak menarik kesimpulan sendiri.  Selain itu, biasanya usai nonton, kami ‘berdiskusi’ membahas kembali isi cerita tadi atau kadang-kadang saya minta Prema untuk menceritakan kembali dengan bahasanya sendiri.



Bercerita/mendongeng banyak sekali manfaatnya, antara lain :

1. Melestarikan budaya tutur yang belakangan ini mulai berkurang di lingkungan keluarga.  Dulu orang tua kita sering menasehati kita lewat kisah-kisah kebaikan.  Saya ingat sekali, setiap liburan sekolah dulu, saya selalu minta ke rumah kakek di kampung.  Selain karena memang butuh suasana baru, saya juga menikmati sekali ketika setiap malam, kami semua duduk melingkar di teras rumah, lalu kakek akan mulai bercerita.  Ah… itu indah sekali.
 
    2.  Merekatkan cinta dalam keluarga.  Pendampingan saat menikmati cerita adalah salah satu cara mengisi waktu bersama-sama.  

3. Merangsang imajinasi dan pola pikir anak.  Saat mendengar cerita, anak-anak akan terbawa suasana dan membayangkan situasinya.  Prema bahkan seringkali membuat sendiri lanjutan cerita menurut versi dan imajinasinya.  


 
     4. Menambah kosa kata anak.  Pada anak balita yang baru belajar mengenal kata dan berlatih komunikasi, dongen bisa jadi media mengenalkan kosa kata baru dan cara merangkai kalimat yang baik.  

    5. Bukan sekedar menonton dan memahami ceritanya, kakak pembaca ceritanya juga membawakan cerita dengan menarik.  Sebagai guru PAUD dan SD, saya cukup sering membawakan materi dalam bentuk story telling dan read aloud.  Dari So Good CERDIK saya belajar bagaimana mengatur ritme membaca, memainkan volume suara dan intonasi sampai menghadirkan kejutan-kejutan menarik untuk anak-anak.  Jadi, yang belajar bukan hanya Prema, emaknya juga dapat pelajaran deh

    6.  Khusus aplikasi So Good CERDIK, menjadi alternatif aplikasi  pilihan di smartphone yang kontennya aman dan bersahabat untuk anak.  Namanya juga era milenial, hari gini, anak-anak begitu akrab dengan smartphone.  Anak milenial. Hadirnya aplikasi ini juga membantu orang tua agar tak perlu menenteng banyak buku cerita saat bepergian agar anak anteng (saya banget nih) karena cukup bawa kartu So Good CERDIK, Scan dan tarraa… ceritanya muncul.  Seni bertutur itu saja sudah luar biasa, mengemasnya dalam bentuk digital adalah langkah yang pas sesuai selera kekinian.


Bonus Plus Plus


Saat menulis ini, hujan sedang mengguyur Bogor dengan derasnya.  Sudah 2 hari, matahari tersembunyi dibalik mendung.  Ya, mungkin sesekali mendungnya pengen eksis juga sih.  Apalagi Bogor memang kota hujan.  Hujan gini bikin mager ya, Mak.  Selain cuacanya mendukung banget buat kruntelan di balik selimut, memang aktivitas juga terbatas buat kemana-mana, termasuk buat belanja kebutuhan dapur ke warung langganan.  Jadi ya, pasrah saja pada persediaan yang ada.  Mengolah stock makanan di kulkas.  Untungnya, saya selalu sedia makanan beku, yang siap dihangatkan, digoreng atau diolah sesuai selera.  

Kalau udah punya So Good CERDIK, itu artinya saya punya stock makanan siap masak.  Nugget salah satunya.  Tinggal goreng-goreng, siap disantap.  Kalau sudah begini anak kenyang emak lega.  Bisa lanjut kruntelan berdua sambil baca cerita deh. 




Ada lagi nih bonusnya, ternyata aplikasi So Good CERDIK bukan hanya untuk anak, tapi juga buaat emak yang ingin mencari resep alternatif mengolah So Good siap masak.  Nugget itu bukan sekedar goreng dan cocol sambal lho.  Walaupun memang harus saya akui saya seringnya begitu doang sih. Kapan-kapan mau ah nyobain resep-resep rekomendasi So Good CERDIK ini.  Kalau ceritanya saja keren, pasti resepnya juga juara.

*****


“Bu, besok beli lagi ya So Goodnya biar dapat cerita yang baru.  Pakai uang tabungan Prema juga boleh.  Prema mau cerita yang lain.” Kata Prema usai menonton kisah Chiko dan Chika.

Walah dia ketagihan. Saya tersenyum. So Good CERDIK memang cerdik dan mendidik.  Yuk, Mak! Segera diborong So Good Cerdiknya.

Salam Cihuy 


Tulisan ini disertakan dalam Lomba Foto Bercerita So Good Cerdik

10 comments:

  1. seru banget. aku juga suka mendongeng, biasanya lewat buku. ada so good cerdik jadi alternatif baru nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Mendongeng itu cara ampuh menitip pesan kebaikan tanpa terkesan memaksa atau menggurui

      Delete
  2. Kakak Prema punya Chika Chiko ya? Pinjem dooonkk :D
    Kalau dah masak resep2nya jangan lupa anterin ke Casa Gardenia yak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk yuk kita tukeran kartu
      Jadi bisa lengkap baca ceritanya

      Delete
  3. wuih keren aplikasinya ya,Mba Arni, jadi pengen instal juga, biar Fathan main gadget-nya lebih berfaedah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiiiiik Fathan bakalan dapat ijin pegang HP bunda hahaha

      Delete
  4. Saya juga suka beli so good,tambah seneng deh sama so good yang mengerti banget sama kebutuhan anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadinya kita gak was was lagi kalau anal pegang gadget ya
      Dan pastinya bisa menambah kedekatan hubungan orang tua dan anak

      Delete
  5. Aku kagum sama mbak Arni dalam memberikan kebiasaan yang baik pada Prema. Mulai dari menjadikan prema menjadi anak yang pandai bercerita, lebih banyak bermain dengan permainan "dunia nyata", hingga membatasi Prema dalam bermain gadget. Aku mau mencontoh mbak Arni 😊

    Oh iya, aku jadi pingin beli So Good juga 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah aku masih perlu banyak belajar mbak
      Jadi orang tua itu khan gak ada lulusnya belajar
      Aku malah pengen berguru sama mbak Rien yang lebih pengalaman

      Delete