Imunisasi Measles Rubella (MR) untuk Kesehatan Anak dan Ibu Hamil

Saturday, July 22, 2017





Halo semua

Semoga semuanya dalam keadaan sehat ya.  Kali ini Emak Cihuy akan hadir dengan sebuah cerita penting terkait program pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan yaitu peluncuran program Imunisasi Measles Rubella GRATIS pada bulan Agustus – September 2017 dan 2018.

Jumat kemarin saya berkesempatan mengikuti bincang-bincang ringan seputar program tersebut.  Bersama narasumber dr. Jane Soepardi,  Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes,  dr. Hindra Irawan Satari dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, Sekretaris komisi fatwa MUI Pusat.  Beruntung sekali saya bisa berada disini dan mendengarkan penjelasan langsung dari mereka yang berkompeten dibidangnya.  Informasi penting ini, layak disebarluaskan. 
 
Narasumber Temu Blogger
Kenapa ini penting? Ikuti tulisan ini sampai tuntas ya 

Berkenalan dengan Measles dan Rubella


Cakep namanya.  Sayang tak secakep efeknya ketika menginfeksi tubuh kita.  Measles (campak) dan Rubella (campak Jerman) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella.  Penularannya melalui saluran nafas.

Campak dan Rubella adalah penyakit yang sangat menular.  Meski identik dengan penyakit anak-anak, namun sesungguhnya siapapun, baik anak-anak maupun orang dewasa yang belum pernah diimunisasi Campak dan Rubella atau yang belum pernah terkena Campak dan Rubella, sehingga tak memiliki kekebalan, adalah mereka yang memiliki resiko tinggi untuk tertular.

Dalam kondisi tertentu, Campak dapat menyebabkan komplikasi serius antara lain radang paru (pneumonia), radang otak, kebutaan, gizi buruk hingga kematian.

Sedangkan Rubella, meski berupa penyakit ringan pada anak, tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat memberi efek negatif pada bayi yang dikandungnya, berupa keguguran atau kecacatan.  Kecacatan ini dikenal sebagai Congenital Rubella Syndrome (CRS) yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.  Kecacatan ini bisa beragam, tergantung pada minggu kehamilan keberapa/fase pembentukan organ tubuh yang mana si ibu terinfeksi.

Kawan baik saya mengalaminya.  Jika berkenan, boleh banget lho Mak baca-baca tulisan Mami Ubii di blognya Surat Ibu yangTerkena Rubella Saat Hamil”

Video berikut, juga bisa memberi gambaran seperti apa efek Rubella yang dialami kawan saya Grace, saat mengandung Ubii.  Grace terkena Rubella saat trimester awal kehamilannya, yang kemudian menyebabkan bayi dalam kandungannya mengalami CRS.


Pencegahan Measles Rubella


Seperti halnya penyakit lain yang disebabkan oleh virus, campak dan rubella akan sembuh dengan sendirinya dan ini tergantung seberapa parah virus tersebut menginfeksi penderitanya.  Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini.  Namun, penyakit ini bisa dicegah.  Imunisasi Measles Rubella (MR) adalah pencegahan terbaik untuk penyakit ini.

 
Ada banyak kekhawatiran dan keraguan akan program imunisasi ini.  Bahkan sebagian orang meyakini bahwa vaksin MR yang disuntikkan, karena berupa vaksin hidup, akan menulari orang-orang disekitarnya.  Apalagi dalam jumlah banyak karena dilakukan serentak.  Well, mari kita mulai dengan apa itu vaksin.

Vaksin adalah bahan antigenic yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organism alami atau liar.  Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit dan tidak mempunyai kemampuan menginfeksi.

Nah, tak benar ya bahwa vaksinasi yang dilakukan serentak dapat menyebabkan bertebarannya virus MR aktif yang dapat menginfeksi mereka yang tak memiliki kekebalan.

Ada 5 jenis vaksin wajib dan gratis yang telah ditetapkan pemerintah jauh sebelum ini yaitu Hepatitis B, Polio, BCG, Campak dan Pentavalen (DPT – HB – Hib).  Nah, bersamaan dengan peluncuran program imunisasi MR ini, maka sekaligus dilakukan peralihan pemakaian vaksin campak menjadi vaksin MR ke dalam daftar imunisasi rutin dan wajib tersebut. 

Jadi gini Mak, melalui vaksin MR ini, diharapkan anak-anak kita memiliki kekebalan dari virus Campak dan Rubella atau kalaupun tetap terkena, kekuatan virusnya tak seaktif pada mereka yang tak memiliki kekebalan sama sekali.  Dengan begitu anak-anak kita selain menjadi lebih sehat, juga menjaga lingkungan sekitarnya untuk tetap sehat, termasuk kepada para ibu hamil yang sangat rentan terinfeksi virus ini. Selanjutnya ibu hamil akan melahirkan bayi yang sehat tanpa kelainan cacat bawaan (CRS) tadi.  

 
Sehingga sangat jelas ya, imunisasi adalah bentuk tanggung jawab sosial kita pada lingkungan sekitar.  Pada keluarga, saudara, tetangga dan lain-lain.

Saya gak sedang hamil kok.  Pun tidak dalam program untuk hamil.  Anak saya juga sehat-sehat saja.  Tak perlu imunisasilah.”

Hmm… saya berharap (dan mengajak) tentu saja, mari kita buang jauh-jauh pikiran seperti itu.  Oke, mungkin kita tak sedang hamil atau sudah tak ada rencana untuk hamil lagi.  Betul mungkin saat ini anak-anak kita sehat saat ini.  Tapi karena tidak memiliki kekebalan akibat tidak imunisasi, anak-anak ini akan sangat rentang dan berpotensi terkena campak dan rubella. Efek dominonya, disekitar kita banyak orang yang hamil atau akan hamil.  Saudara, adik, kakak, tetangga, teman, guru sekolah anak-anak kita dan seterusnya, yang bisa saja tertular jika anak kita terkena campak atau rubella.

Karena itu, mari mengambil peran, sekecil apapun, untuk melindungi kesehatan bersama.  Membentuk lingkaran sehat, dimulai dari diri sendiri dan keluarga. 

Tanya Jawab seputar program Imunisasi MR

 

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa pertanyaan umum yang sering muncul seputar imunisasi MR ini lengkap dengan jawabannya.

T : Kapan dan dimana program ini dilaksanakan?
J : Agustus – September 2017 di Pulau Jawa
Agustus September 2018 di luar Jawa
Agustus  di sekolah-sekolah untuk anak usia 7 tahun s/d 15 tahun
September di Posyandu, Puskesmas, layanan kesehatan pemerintah lainnya untuk anak usia 9 bulan s/d anak < 7 tahun. 

T : Bagaimana bila saat program imunisasi, anak pada usia sekolah/balita tak mendapatkan suntikan karena tak hadir saat jadwal yang telah ditentukan?
J :  Orang tua dapat membawa anak secara mandiri ke pusat layanan kesehatan pemerintah yang terdekat.  Ajukan permintaan untuk imunisasi.  Dan ini tetap gratis.

T : Anak yang sudah pernah vaksin MMR, apakah perlu imunisasi lagi?
J : Ya.  Program ini berlaku untuk semua anak pada rentang usia 9 bulan – 15 tahun tanpa memperhatikan status imunisasi sebelumnya.  Program ini akan berhasil mencegah penyebaran virus MR jika cakupan vaksinasinya mencapai minimal 80 % dari usia sasaran utama. 

T :  Apakah ada efek samping setelah imunisasi?
J :  Kemungkinan efek samping yang timbul seperti umumnya imunisasi yang lain.  Demam ringan disertai sedikit nyeri/bengkak/ruam disekitar area suntikan.  Ini wajar.  Merupakan respon tubuh terhadap imun yang dimasukkan dan bergabung dalam tubuh anak sehingga sistem imun (kekebalan tubuh) anak menjadi lebih kuat dan lebih baik.

T : Apakah vaksin ini aman?
J : Aman.  Vaksin ini telah diberikan di lebih dari 141 negara di dunia.   Mendapat rekomendasi WHO dan izin edar dari BPOM.  Sampai saat ini, tuduhan dan dugaan bahwa imunisasi dapat menyebabkan autis tidak terbukti.

T :  Apakah ibu hamil yang memiliki anak usia sasaran (9 bulan – 15 tahun) boleh mengantar anaknya untuk imunisasi?
J :  Boleh. Vaksin yang disuntikkan adalah virus yang telah dilemahkan dan tak memiliki kemampuan untuk menginfeksi.  Vaksin ini akan bereaksi dengan sistem imun anak yang disuntik dan membentuk kekebalan terhadap penyakitnya.  Jadi bukan menyebabkan penyakit sehingga aman untuk ibu hamil sekalipun.

T : Mengapa yang diberikan adalah vaksin MR bukan MMR?
J : Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan.

T : Apakah boleh secara agama?
J :  Dalam agama yang saya anut, Hindu, boleh banget.
Nah bagaimana dengan agama lainnya? Menurut bapak Asrorun Ni’am dari MUI Pusat  yang hadir sebagai pembicara tadi, berdasarkan Fatwa MUI No.4 tahun 2016 tanggal 23Januari 2016,  imunisasi pada dasarnya diperbolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untk wujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya penyakit.

T : Apa akibatnya bila anak saya tidak divaksin?
J  : Anak-anak yang tidak divaksin akan lebih rentan terkena virus campak dan rubella.  Dalam jangkauan lebih luas, mereka juga dapat menginfeksi/menulari orang-orang disekitarnya termasuk ibu hamil yang sedang dalam kondisi sangat sensitif dan berpotensi melahirkan anak dengan resiko CRS. 

T : Apakah setelah imunisasi ada jaminan anak-anak kita tidak terkena campak dan Rubella?
J : Tidak ada jaminan 100%.  Namun, anak-anak yang telah divaksin, memiliki kekebalan tubuh terhadap kedua penyakit ini.  Sehingga apabila terkena, tak akan berakibat fatal dan tak berpotensi menularkan karena infeksi virusnya lemah.

Tanya jawab ini sebagian saya ambil dari leaflet resmi yang dikeluarkan dari Kemenkes RI dan rangkuman dari tanya jawab saat temu blogger, Jumat 21 Juli 2107.

*****


Nah Mak, cukup jelas ya soal Imunisasi MR ini.  Mari bersama-sama kita dukung program pemerintah ini dengan memvaksin anak-anak kita sesuai lokasi dan waktu yang telah ditentukan.  Tak perlu menunggu lahirnya banyak bayi-bayi dengan potensi CRS lagi untuk mulai bergerak.  Sehat dan sakit itu memang dari yang Maha Kuasa, namun tugas kita adalah menjaga diri sebaik-baiknya dan bermanfaat pada sekitar dengan turut memberi perlindungan.

Ingat Mak!
Mencegah itu murah, Mengobati itu mahal.


Salam sehat
Emak Cihuy



57 comments:

  1. Ngeri banget ya mb. Bahaya Rubella mengancam janin. Aku sangat dukung gerakan pemerintah ini, apalagi gratis begini moga banyak yg ikut vaksinasi amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Dulu Rubella campak dianggap penyakit ringan karena akan sembuh sendiri dan sangat sedikit tercatat efek sampingnya pada anak-anak. Tapi kemudian diketahui bahwa anak yang terkena campak rubella ini berpotensi menularkan pada ibu hamil dan fatal akibatnya. Makanya harus ditangkal lewat imunisasi MR

      Delete
  2. Kek aku dong ya dulu di vaksin campak, biar sekarang gak baper kalau dicampakkan 😗😚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buahahahaha ini mah dimana2 curcoooool

      Delete
  3. Masih banyak bgt ya mitos mitos dan pikiran keliru ttg imunisasi termasuk mengenai vaksin yg digunakan. Tetanggaku aja msh ada yg menolak anaknya diimunisasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi memang karena kurang mendapat informasi yang benar dan lengkap mbak. Harus sering2 diedukasi tuh

      Delete
  4. Tandai deh agendanya, Aira kemarin belum imunisasi campak soal e. Telat karena sakit.
    Jadi rencana ntar aku imunisasikan ini deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah Aira sekalian aja nanti September imunisasinya. Kedepan imunisasi campak (tunggal) akan dihilangkan, diganti dengan MR

      Delete
  5. Hm... Begitu ya.. harus imunisasi walau sebelumnya kalau g salah pernah imunisasi campak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh, tetap harus imunisasi lagi. Semua wajib tanpa memperhatikan status imunisasi sebelumnya. Tenang aja gak ada kok yang kelebihan dosis imunisasi walaupun berkali-kali

      Delete
  6. Anak saya sudah berusia 3 tahun, apa masih perlu imunisasi Rubella
    Ataukah sudah terlambat untuk mendapat imunisasi nya?
    Jadi khawatir dg kesehatan imunitas anak nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu banget mbak
      Khan memang untuk anak usia 9 bulan sampai 15 tahun
      Wajib lho ya
      September nanti ke Posyandu yaaaa

      Delete
  7. Saya langsng perintahkan semua keponakan di vaksin

    Biayanya sa kirim langsung ke ortunya..

    Seren euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener2 paman yang baik
      Btw ini vaksinnya gratis lho, tapi gpplah tetep dikirimin duit ponakannya biar pada seneng hahaha

      Delete
  8. Imunisasi emang penting banget ya mbak, semoga program ini bisa berjalan lancar dan merata ke semua anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak betul
      Semoga mereka yang gabung kelompok antivaksin luluh hatinya melihat efek dari vaksin ini ya

      Delete
  9. Terima kasih atas pengetahuannya, Mbak Arni. Aku ga tahu dulu pas kecil pernah imunisasi MR atau belum. Aku tanya ibu, ibu lupa. Pas punya anak, aku imunisasi MR semuanya. Seingatku imunisasi ini termasuk mahal. Tapi aku rela bayar demi melindungi anak2. Memang penting banget kalau dilihat dari resikonya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Angkatan kita mah belum ada vaksin MR mbak. Jadi pasti belum vaksin deh. Nah masalahnya adalah ibu hamil jaman sekarang ini adalah generasi kita, yang mana sangat rentan tertular rubella, maka caranya adalah dengan menangkal penyebarannya melalui vaksin pada anak usia 9 bulan - 15 tahun agar tak sampai berkembang dan menulari ibu hamil

      Delete
  10. saya baru tahu rubella pas ada iklan di tipi, setelah baca postingan mbak malah bjadi jelas ternyata rubella dampaknya bahaya banget yah. Ternyata ini nih gunanya vaksin untuk menangkal penyakit rubella

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas
      Jadi vaksin itu manfaatnya bukan hanya buat anak yang divaksin saja tapi juga bisa membentuk lingkaran sehat untuk sekitarnya

      Delete
  11. Setuju banget kalau vaksin termasuk iktiar untuk melindungi tubuh dari penyakit :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Namanya juga kita usaha yang terbaik ya. Masalah hasilnya gimana, memang keputusan Tuhan

      Delete
  12. Iya ini... Lagi ditunggu2 oleh kami ibu ibu... Di posyandu bakal ada katanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Di Posyandu nanti adanya bulan September yaaaaa

      Delete
  13. Nah, buat ibu hamil hati-hati. Rubella dapat menularkan ibu hamil trimester pertama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas. Karena ini kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk menghentikan penyebaran virus ini

      Delete
  14. Mbak... Makasih ilmunya. Bermanfaat sekali. Sya baca ampe tuntas lho. Penasaran soalnya. Haha... Dan info ini akan sy bagikan ya. Ijin share.. Tnx mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasi mbak Eni udah meluangkan waktu baca sampai tuntas. Dengan senang hati mbak, silakan dishare, semoga bermanfaat

      Delete
  15. Ayo kita rame2 bawa anak ke postandu/puskesmas utk d imunisasi MR 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuuuuk
      Semoga kesadaran imunisasi ini biaa meningkat ya

      Delete
  16. Seneng banget baca mba Arni ikut aktif di acara dan share-share kampanye ini terus. Horeeee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bentuk tanggung jawab moral dan sosial Ges. Apalagi ini memang info yang bermanfaat banget untuk orang banyak, wajib banget dishare

      Delete
  17. Imunisasi penting bingittsss, yaks.. makasih berbagi info ya mak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuuul
      Mari sukseskan program ini untuk kesehatan bersama

      Delete
  18. alhamdulillah dapet ilmunya banget di acara kampanye MR tempo hari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak
      Saya juga senang banget bisa gabung di event itu. Jadi banyak dapat ilmu

      Delete
  19. lagi digalakkan kembali ya imunisasi campak kak. padahal dah daridulu ya imunisasi ini. aku aja diimunisasi. di sekolah sikdulu. huuhuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang campak memang udah dari dulu Wan, yang sekarang digalakkan itu vaksinnya gabungan sama Rubella jadi vaksin MR, sekaligus menggantikan vaksin campak yang telah lebih dulu wajib dan gratis

      Delete
  20. Penting banget ini artikelnya. Buat bahan edukasi ke temen yang masih antivaksin. Padahal ya, gerakannya gak seberapa tapi bahayanya itu loh yang mengerikan jika tertular ke ibu hamil si rubellanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak
      Masih banyak yang belum menyadari efek samping Rubella ini karena memang saat terkena, penderitanya terlihat baik-baik saja dan pulih sendiri. Padahal kalau yang kena ibu hamil ya fatal akibatnya

      Delete
  21. Dan masih bnyk d luar sana yg belum tau dampak dan pentingnya imunisasi Mr, yuk ikut dukung pemerintah utk kampanye kan imunisasi MR.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk mbak
      Sama-sama bergerak mengabarkan fakta tentang pentingnya imunisasi ini

      Delete
  22. berguna banget ini, untungnya sudah ada vaksinasi ini ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Mudah2an makin banyak yang sadar akan pentingnya vaksinasi untuk kesehatan bersama

      Delete
  23. Thanks sharingnnya mba, sy jd makin sadar akan measles dan rubella

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak. Kabar seperti ini memang layak dishare agar semakin banyak yang tau dan mengerti bahaya campak dan rubella. Saya juga masih banyak belajar

      Delete
  24. Ngeri banget kalau kita tau bahaya dari penyakit campak dan rubella ini ya mbak Putu :) Mesti disebarluaskan nih sampai ke pelosok pedalaman supayan kampanye imunisasi MR ini terealisasi ke kampung2 yach. Semoga orangtua dan seluruh masyarakat Indonesia semangat mendukung program pemerintah ini aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Semoga seiring menyebarnya informasi ini, kesadaran orang tua untuk memvaksin anaknya juga meningkat ya

      Delete
  25. Setuju Mbak. Mencegah lebih baik drpd mengobati. Imunisasi MR jd cara utk mencegahnya. Semoga para ibu semangatt ajak anak anaknya untuk vaksin ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bisa dicegah kenapa harus nunggu sakit dulu untuk mengobati ya

      Delete
  26. Cegah rubella saat ini sedang gencar dikampanyekan ya, semoga programnya dukses dan anak indonesia sehat semua. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Apalagi dirimu sedang hamil buk. Jaga kesehatan yaaaa. Semoga lancar kehamilannya

      Delete
  27. Noted mbak Arni, makasih informasinya. Lengkap banget.
    InsyaAllah nanti anak2 jg akan ikutan imunisasi MR ini :D

    ReplyDelete
  28. Penting banget neh Imunisasi MR buat anak

    ReplyDelete
  29. Jujur aku sempat menitikkan air mata pas lihat video tentang ubii mba. Teringat Alm. Anakku. Alhamdulillahnya anakku kmrn selalu aku sempatkan untuk Imunisasi. Walaupun takdir menetukan lain.

    ReplyDelete
  30. tfs yaa Mbak.... bermanfaat banget nih :)

    ReplyDelete