Memupuk Benci atau Menyuburkan Cinta?

Thursday, February 2, 2017




Terkadang terbersit rasa iri melihat Prema dan kawan2nya bermain. Tertawa bersama, berantem, nangis, saling mengadu lalu tak sampai 5 menit kemudian sudah kembali main bersama.

Hebatnya hati anak-anak seperti mereka. Hati yang diciptakan tanpa dendam.
Hati yang tak memandang perbedaan sebagai jurang pemisah, tapi justru pelengkap yang memberi warna kebahagiaan.

"Aku suka yang merah."
"Aku suka yang hijau."


Yuk, main sama-sama!"


Asik ya. Tak perlu saling menghina pilihan masing-masing karena ini masalah rasa. Masalah selera. Pun tak perlu berkata kasar saat sedang berselisih, cukup rasakan lalu maafkan.


Lalu saya beralih memandang timeline media sosial.  Mengelus dada dan prihatin.  Betapa banyak pertemanan yang terputus, begitu banyak hubungan yang hancur, rentetan kalimat saling menghina, menjatuhkan, dan sejenisnya tampil seolah tanpa bisa ditahan.  Ada jemari yang menari diatas keyboard sekaligus ada hati-hati yang terluka dan menyimpan amarah.  Sedih rasanya melihat itu semua.  Dan penyebabnya hanya satu : PERBEDAAN



Saya masih saja tak mengerti, bagaimana kita, orang yang katanya tua tapi tak punya hati seluas samudera seperti layaknya anak-anak.  Kita, orang tua sering mengajak dan menyerukan perdamaian kepada anak, saat mereka berselisih.
Kita, orang tua juga mengingatkan anak untuk menjadi pemaaf saat kawannya melakukan kesalahan yang mungkin melukai hatinya.  Kita, orang tua, dengan mudah meminta mereka untuk kembali bermain bersama setelah pertengkaran, pertikaian, drama rebutan sesuatu dan aneka perselisihan lainnya.

Tapi,
Sudahkan kita memberi contoh?


Jangan-jangan justru kita tak cukup bisa membuka hati untuk berdamai.  Jangan-jangan kita justru tanpa sadar memupuk rasa benci dan marah lantas lupa bahwa ada benih kebersamaan yang juga minta dipupuk, disirami agar tumbuh subur.  Jangan-jangan kita yang terus mengungkit dan mengingat segala hal menyakitkan sekaligus mengubur dalam-dalam setiap kebahagiaan yang pernah kita lalui bersama kawan yang sekarang memilih berbeda.

Pilihan ada di masing-masing kita. Memupuk benci atau menyuburkan cinta.  Jadi kapan kita akan memilih?

#selfreminder
#selftalk
#1minggu1cerita



6 comments:

  1. "Asik ya. Tak perlu saling menghina pilihan masing-masing karena ini masalah rasa. Masalah selera. Pun tak perlu berkata kasar saat sedang berselisih, cukup rasakan lalu maafkan."

    boleh saya jadikan caption ig ? saya suka kata-katanya ehehe..
    mari mampir2 ke fathikah.wordpress.com

    ReplyDelete
  2. Membenci itu lebih melelahkan daripada mencintai..so, keep loving

    ReplyDelete
  3. Pilih menebar cinta dan buang kebencian pastinya

    ReplyDelete
  4. yah begitulah, kita masih kalah dgn anak-anak, hati kita tidak seluas anak2 yg mudah memaafkan, belajsr lg dr anak-anak ya

    ReplyDelete
  5. well noted mbak
    Makasi banget remindernya
    jleb jleb sekaliii :)


    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  6. iya mba.sedih liat tl fb apalagi di twitter
    dikit dikit ngebully
    twitwar
    dll

    ReplyDelete