Memilih Miskin?

Monday, January 30, 2017



Berapa banyak penduduk miskin di Indonesia? Berapa banyak orang yang katanya bahkan hidup dibawah garis kemiskinan, ya ampun....miskin aja udah cukup susah eh ini masih dibawah garis pula. Duuuuh.



 Sahabat, saya bicara tentang miskin secara fisik lho (harta) bukan miskin dalam arti kiasan (miskin hati, miskin perasaan, miskin kepedulian sosial dsb), jadi mari kerucutkan idenya biar gak melebar kemana-mana

Makan Mewah Harga Nyaman Bersama Bakmi Mewah

Wednesday, January 18, 2017




“Mie instan itu rasanya jadi istimewa kalau sudah ditambah ini itu sebagai bahan pelengkap.  Kalau gak gitu mah, rasanya biasa aja.  Rasa anak kost”

 Pernah dengar ada yang berkata begitu?

Seorang kawan berkata begitu saat kami sedang kemping beberapa waktu lalu.  Biasalah, salah satu makanan paling praktis saat kemping itu ya mie instan.  Jadi biasanya kalau persediaan bahan makanan lain sudah menipis sementara yang didalam perut masih berontak minta diisi maka mie instan menjadi penyelamat.  Maklum, kalau lagi kemping gitu, bawaannya pengen ngunyah melulu deh.  Nah, kawan saya tadi menolak tawaran mie instan, dengan alasan seperti itu.  Dia baru mau makan mie instan kalau sudah ditambahi aneka pelengkap seperti daging/ayam, telur, aneka sayuran atau kalau sudah diolah dengan berbagai macam kreasi, intinya bukan mie instan polosan asli seperti dalam kemasannya.

Hastag #SendiriDiRumah Rawan Undang Tindak Kriminal

Monday, January 2, 2017



Siang tadi saya membuka instagram keponakan yang memposting foto terbarunya.  Fotonya sebenarnya biasa saja, memperlihatkan  kegiatan dia selama liburan.  Yang gak biasa adalah hastag yang dipilihnya.  Jenis medsos yang satu ini memang biasanya banjir hastag, dari yang serius hingga lucu dan seru.  Salah satu hastag itu adalah #SendiriDiRumah.   Saya terkejut melihatnya,  bagaimana bisa hastag seperti ini dipakai oleh keponakan saya yang masih duduk di bangku SMP? Dia mengabarkan pada dunia bahwa dia dirumah sendirian.  Waduh!


Karena penasaran, saya coba meng-klik hastag itu.  Dan lagi-lagi saya terkejut, hastag ini cukup popular.  Saat saya beralih ke Twitter dan Facebook, ternyata sama saja, pengguna hastag #sendiridirumah cukup banyak.  Mirisnya lagi, rata-rata penggunanya adalah perempuan.  Buru-buru saya menegur keponakan, minta dia menghapus hastag itu sembari mengingatkan akan bahaya yang mengancam.  Untungnya dia nurut.